ZIARAH KETUA LAM-R KOTA DUMAI DATUK SERI SYAHRUDIN HUSIN DAN JAJARANNYA KE SITUS MAKAM KERAMAT 7 (TUJUH) KOTA DUMAI.
Dumaivision.com-DUMAI-Kedatangan rombongan Ketua
LAM-R Kota Dumai, Datuk Seri Syahrudin Husin didampingi Sekretaris Jenderal LAM-R Kota Dumai, Datuk Jannuarizal beserta rombongan disambut oleh Bapak Sumardi selaku Tokoh
masyarakat yang mengetahui sejarah dan penemuan situs Makam Keramat 7 (Tujuh).
Sesampainya di Situs Makam Keramat 7 (Tujuh), Datuk Seri Syahrudin Husin melakukan taburan beras putih
dan kuning di atas makam yang diikuti
oleh para peserta rombongan dan dilanjutkan dengan pembacaan Tahtim, Tahlil dan
Do’a.
"Generasi yang melupakan sejarah dan jasa para orang tua serta para pendahulu merupakan generasi yang merugi karena tanpa mereka kita bukan apa-apa" ujar Ketua LAM-R Kota Dumai Datuk Seri Syahrudin Husin di sela-sela ziarah pengurus LAM-R Kota Dumai, ke situs Makam Keramat 7 (Tujuh) yang terletak di Jl. Anggur Gang Keramat 7, Kel. Rimba Sekampung, Kec. Dumai Kota, Kota Dumai pada hari Jum’at. (04/05/2018).
Situs Makam Keramat 7
(Tujuh) ditemukan oleh pembuka lahan pada tahun 1963 dengan kondisi pada saat
itu tertutupi oleh hutan dengan pohon yang besarnya rata-rata sebesar drum, pada awalnya hanya ditemukan
4 (empat) makam dan 3 (tiga) makam
lainnya ditemukan kemudian setelah membersihkan akar-akar nibung yang telah di
tebang kata Bapak Sumardi . Sejarah situs Makam Keramat 7 (Tujuh) ini tidak diketahui
karena belum ada penelitian untuk itu namun menurut Bapak Sumardi di awal
penemuan makam selalu ada penampakan seperti
cahaya yang berasal dari Timur sehingga Bapak Sumardi berpendapat makam ini ada hubungannya dengan sejarah
Putri 7 (Tujuh) dan pada tahun 1969
Pertamina Dumai membantu pembuatan pagar disitus ini setelah mendapat informasi
dari masyarakat tutur Bapak Sumardi.
Dengan tidak adanya
aksara atau tulisan pada batu nisan, tidak diketahui makam siapa yang ada di
situs ini dan hanya diketahui makam laki-laki
atau makam perempuan berdasarkan bentuk dari batu nisannya ucap Bapak Sumardi,
sedangkan nama situs Makam Keramat 7 (Tujuh) diberikan berdasarkan hasil musyawarah masyarakat setempat tutur Bapak Sumardi yang lebih akrab dipanggil Pak De.
Adalah menjadi
tanggung-jawab Lembaga Adat, masyarakat adat dan tanggung jawab kita semua
untuk mengkaji lebih lanjut keberadaan
situs Makam Keramat 7 (tujuh) ucap Ketua LAM-R Kota Dumai Datuk Seri Syahrudin
Husin.
Datuk Seri Syahrudin Husin selaku pemangku Ketua LAM-R Kota Dumai pada
kesempatan ini juga menyampaikan akan melakukan kerjasama dengan Pemerintah
Kota Dumai , Lembaga Cagar Budaya dan instansi terkait untuk melakukan
kajian dan penelitian lebih lanjut
terhadap situs Makam Keramat 7 (Tujuh)
ini.
Pada kesempatan ini Datuk
Seri Syahrudin Husin menghimbau dan mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan
perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Dumai untuk ikut serta berpartisipasi aktif membantu merawat,
menjaga dan melestarikan keberadaan situs-situs yang ada di Kota Dumai.(edzl).
Penulis & Editor : Edizal
Foto : dok. Dumaivision.com
Foto : dok. Dumaivision.com



Komentar
Posting Komentar